Teknologi Pertanian di Indonesia

June 29, 2020 author 0 Comments

Pekembangan teknologi kini benar – benar dirasa sudah merambah ke segala aspek. Bahkan sektor pertanian tidak luput dari perkembangan yang ada disaat ini. Tentunya hal ini memberikan dampak yang positif bagi para petani. Karena dengan bantuan dari teknologi yang ada sekarang, efektivitas dari kegiatan di sawah menjadi lebih meningkat dan membuat hasil panen juga semakin meningkat. Biaya operasional yang dikeluarkan juga menjadi semakin menurun.

Lalu ada apa saja teknologi yang dimanfaatkan para petani di sawah? Berikut adalah beberapa teknologi pertanian di Indonesia yang wajib untuk diketahui.

Teknologi di Pertanian

1.Transplanter

Teknologi pertama yang akan kami bahas adalah Transplanter, sebuah teknologi yang ditekomendasikan oleh Litbang (Penelitian & Pengenangan) Kementrian Pertanian. Kegunaan dari alat ini adalah untuk memberikan jarak yang tepat antara padi yang tengah ditanam. Teknologi ini memiliki konsep sistem jajar legowo yang berasal dari Jawa Timur dalam proses penanamannya. Transplanter ini dipercayai isa meningkatkan produksi padi sampai 30%.

Jarak yang tepat antara satu padi dengan yang lainnya ini dapat memudahkan petani untuk merawat tanaman. Satu unit dari Transplanter ini berkisar di harga 75 juta. Namun pemerintah akan memberikan bantuan mesin ini kepada para petani.

Saat digunakan untuk menanam padi, mesin ini tidak akan tenggelam di sawah karena sudah dilengkapi dengan pelampung. Mesin ini juga memiliki bobot yang ringan jadi tidak menyulitkan para petani.

2.Indo Cobine Harvester

Dengan teknologi pertanian Indo Combine Harvester, petani akan dimudahkan dalam pemotongan, pengangkutan, perontokan, dan hal lainnya agar petani menjadi lebih mudah dalam memanen hasil sawahnya. Tidak lagi membutuhkan banyak orang untuk memanen karena untuk 1 mesinnya hanya dibutuhkan sekitar 3 – 4 orang saja. Teknologi ini akan semakin baik digunakan pada lahan yang basah. Hal hebat yang mesin ini miliki adalah ia dapat membersihkan gabah dengan tingkat kebersihan hingga 99.5%.

3.Mesin Pemilah Bibit Unggul

Bibit yang unggul bisa membuat hasil tanaman menjadi hasil yang terbaik. Dulu petani mungkin kesulitan untuk memilih bibit mana yang unggul dan akan menghasilkan tanaman yang baik. Tapi kini terdapat tekonologi yang akan membantu para petani memilah bibit unggul. Mesin ini sendiri sudah banyak digunakan oleh perusahaan penyedia bibit.

Tentu dengan adanya alat ini, petani menjadi tidak usah takut saat akan menanam karena bibit yang sudah dipilah merupakan bibit dengan kualitas terbaik.

4.Alat pengering kedelai

Proses pengeringan kedelai yang lambat dapat menyebabkan penurunan kualitas pada kedelai. Dengan adanya teknologi pengering kedelai ini, proses pengeringan pada kedelai yang biasa dapat berlangsung selama 8 hari, kini bisa hanya dilakukan selama 1 hari saja. Bahkan alat ini dapat membantu pebingkatan daya tumbuh biji kedelai hingga 90.3%.

5.Instalasi Pengolahan Limbah

Yang terakhir akan kami bahas adalah alat instalasi pengolah limbah. Biasanya limbah ternak tidak terkelola dengan baik, padahal limbah ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Terdapat instalasi pengolah limbah yang akan mengubah limbah tidak bermanfaat menjadi pupuk organik dan biogas.

Nah, itu tadi adalah beberapa teknologi pertanian yang dirancang untuk meningkakan efisiensi dan hasil panen dari petani. Petani juga menjadi lebih dimudahkan dengan adanya teknologi – teknologi yang ada saat ini. Penggunaan teknologi pada sektor ini seakan membuktikan petani zaman sekarang dapat juga go digital seiring dengan perkembangan yang ada.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *